MUSYAWARAH MASYARAKAT DESA BIDANG KESEHATAN DESA KACANG BUTOR TAHUN 2024

  • Feb 02, 2024
  • Admin Web Desa Kacang Butor

Rabu, 24 Januari 2024 diadakan kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) bidang kesehatan Desa Kacang Butor Tahun 2024. Kegiatan dilaksanakan di Ruang Pertemuan Kantor Desa Kacang Butor. Kegiatan dibuka oleh Kepala Desa Kacang Butor Bapak Dian dan dihadiri oleh Camat Badau yang diwakilkan kepada Bapak Edi, Kepala UPT Puskesmas Badau dr. Jubel T.H. Gultom, Perangkat Desa, BPD, Kepala Dusun, Ketua RT dan RW se Desa Kacang Butor, Kader Posyandu Desa Kacang Butor.

Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) adalah pertemuan perwakilan warga desa beserta tokoh masyarakatnya dan para petugas untuk membahas hasil Survei Mawas Diri (SMD) dan merencanakan penanggulangan masalah kesehatan yang diperoleh dari hasil SMD tersebut.  Tujuan pelaksanaan MMD adalah Agar masyarakat mengenal masalah kesehatan yang ada di wilayahnya, Agar masyarakat sepakat untuk bersama-sama menanggulangi masalah kesehatan yang ada di wilayahnya. selain itu agar tersusunnya rencana kerja untuk penanggulangan yang disepakati bersama.

Sampel yang diambil dalam survey mawas diri tersebut sebanyak 96 responden. Dengan hasil sebagai berikut :

- 100% anggota keluarga mempunyai BPJS/asuransi kesehatan lainnya.

- 10,42% keluarga memiliki ibu hamil.

- 40% Ibu hamil tidak mengikuti kelas ibu hamil.

- 28% Ibu tidak memeriksakan kehamilan minimal 6 kali pada kehamilan terakhir.

- 2,08% di keluarga pernah terjadi kematian bayi.

- 0% di keluarga pernah terjadi kematian balita.

- 0% di keluarga pernah terjadi kematian ibu hamil

- 0% di keluarga pernah terjadi kematian ibu melahirkan

- 23,53% bayi tidak diberikan ASI Eksklusif

- 8,82% balita tidak ditimbang di posyandu  secara rutin setiap bulan

- 5,88% bayi tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap

- 29,41% ibu tidak mengikuti kelas ibu balita.

- 1,04% di keluarga ada balita dengan status gizi kurang/ BGM/ Buruk.

- 13,43% PUS tidak menggunakan  alat kontrasepsi.

- 17,71% di keluarga ada yang didiagnosis menderita Hipertensi.

- 17,65% Penderita Hipertensi tidak berobat teratur.

- 1,04% di keluarga ada yang didiagnosis menderita Diabetes Melitus dan 100% Penderita DM berobat teratur.

- 1,04% di keluarga ada yang didiagnosis menderita TB Paru dan 100% Penderita TB paru berobat teratur.

- 100% Keluarga memiliki/akses jamban sehat

- 100% Kualitas air yang digunakan keluarga jernih.

- 50% Pembuangan limbah kamar mandi rumah tangga tidak di saluran khusus (SPAL)

- 52,08% keluarga tidak memiliki tempat pembuangan sampah tertutup.

- 65,63% keluarga tidak memilah sampah (organik/non organik/daur ulang).

- 8,33% Keluarga melakukan aktifitas fisik secara teratur minimal 30 menit sehari

- 1,04% Keluarga tidak mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah BAB/BAK.

- 5,21% Keluarga tidak konsumsi buah & sayur setiap hari.

- 36,46% Keluarga mengkonsumsi Miras & Narkoba (Narkotika & obat-obatan terlarang lainnya.

- 5,21% Keluarga tidak melakukan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) minimal seminggu sekali.

- 51,04% di keluarga ada yang merokok (sering/kadang-kadang).

- 26,04% anggota keluarga merokok di lingkungan rumah.

- 8,57% Lansia tidak datang ke posyandu lansia setiap bulan, 71,43% Lansia menderita hipertensi, 42,86% Lansia menderita asam urat, 8,57% Lansia menderita kolesterol,

2,86% Lansia menderita DM.

- 22,86% Lansia tidak melakukan aktifitas fisik secara rutin setiap hari.

- 0% ada anggota keluarga yang sedang atau pernah mengalami gejala atau indikasi gangguan jiwa.