Sejarah Desa

LEGENDA DESA

Pemberian Nama Kacang Butor berawal dari adanya kebun (kelekak) milik salah satu warga masyarakat yang menanam tanaman Kacang Butor (dalam bahasa Indonesia disebut Kecipir). Di dalam kebun  tersebut terdapat salah satu tanaman yang unik yaitu rumpun (batang) dan buahnya lebih besar dari yang lainnya. Atas keunikan ini, maka warga masyarakat waktu itu memberi nama "Kacang Butor" sebagai nama kampong yang sampai saat ini masih menggunakan nama tersebut.

 

SEJARAH DESA

Pada Masa Penjajahan sekitar tahun 1930 setiap kampong (sekarang disebut dusun) dipimpin oleh seorang Mandor dan belum ada sebutan Kepala Desa/Lurah. Pada tahun 1942 barulah ditunjuk seorang lurah/Kepala Desa di wilayah Kacang Butor yaitu Bapak JAIDIM (Alm.), Kemudian tahun 1962 setelah kemerdekaan dipimpin oleh Bapak AKIP (Alm.) sampai dengan tahun 1971.

Adapun Daftar Lurah/Kepala Desa yang pernah menjabat di Desa Kacang Butor Sebagai Berikut :

1. Bpk. Juki Hasan (alm.) pada tahun 1971 - 1985

2. Bpk. Aksa Selan (alm.) pada tahun 1985 - 1993

3. Bpk. Semit Usman (alm.) pada tahun 1993 - 2001

4. Bpk. Hadian pada tahun 2001 - 2006

5. Bpk. Suhardi pada Oktober 2006 - Desember 2007 (Pjs. Kepala Desa)

6. Bpk. Iskandar Djaat pada tahun 2007 - 2013 

7. Bpk. Edi pada Juli 2013 - Oktober 2013 (Pj. Kepala Desa)

8. Bpk. Hadian pada Nppember 2013 - Nopember 2019

9. Bpk. Edi pada Desember 2019 - Desember 2020 (Pj. Kepala Desa)

10. Bpk. Dian pada 30 Desember 2020 - sekarang.